RILIS SARASEHAN WITH DEKANAT (SARDEK)

RILIS

SARASEHAN WITH DEKANAT (SARDEK)

14 DESEMBER 2017

 

 

Telah terlaksana Sarasehan with Dekanat (SARDEK) yang merupakan salah satu program kerja dari Departemen Advokasi LM Psikologi, pada hari Kamis, 14 Desember 2017. Sarasehan tahun ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi, Bapak Faturochman; Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ibu Nida Ul Hasanat; selanjutnya Kepala Prodi Sarjana, Ibu Esti Hayu Purnamaningsih; Asisten Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bapak Taufik Achmad; Kepala Akademik, Bapak Zainal, dan beberapa staf dari keuangan dan akademik lainnya. Sedangkan dari pihak mahasiswa beberapa turut hadir, ada pula perwakilan dari BKM dan pengurus LM Psikologi UGM. Pada Sarasehan tahun ini, fokus pembahasan isu adalah mengenai Sarana dan Prasarana dan perihal akademik dalam khusunya terkait mata kuliah Teknik Penulisan Skripsi (TPS).

 

Berikut adalah beberapa keluhan dari mahasiswa dalam bidang sarana dan prasarana di Fakultas Psikologi:

 

  1. Mushola Fakultas Psikologi (kecil, bocor, dan lembab dindingnya)
  2. Tidak ada meja di Selasar dan stop kontak di Selasar banyak yang tidak berfungsi lagi
  3. Toilet Gedung K (kebersihan dan perlengkapan fasilitas seperti tisu, sabun, lampu yang terkadang mati, air yang terkadang mati dan gantungan)
  4. BKM: Sekretariat KMP dan PMK/KMK bocor
  5. Perpustakaan kekurangan stop kontak
  6. Kantin tidak memenuhi kuota kebutuhan mahasiswa
  7. Wifi tidak memadai atau terkadang tidak dapat diakses
  8. Kekurangan ruang diskusi dan kumpul mahasiswa dengan fasilitas meja
  9. Tidak adanya SPAM di Gedung K dan Pure It yang tidak lagi dipenuhi
  10. Permohonan untuk renovasi gedung F
  11. Saran untuk adanya tempat fotokopi di Fakultas

 

Jawaban pihak Fakultas:

  1. Sarana dan Prasarana

Perihal isu sarana dan prasarana, pihak fakultas menjawab sebagai berikut:

 

  1. Fakultas tidak akan membuat tempat fotokopi bagi mahasiswa karena hal tersebut melanggar hak cipta. Fakultas menyarankan untuk beralih ke media digital misalnya menggunakan aplikasi CamScanner.
  2. Selasar memang dirancang atau didesain tanpa meja. Jika ingin menggunakan meja untuk mengerjakan tugas dapat dilakukan di lounge yang akan dibangun di lantai 3 gedung A. Fasilitas yang disediakan lengkap seperti WiFi, meja, dan ruang diskusi.
  3. Stop kontak di selasar akan segera diperbaiki dan mahasiswa diminta untuk proaktif dalam membantu pihak fakultas dengan melaporkan langsung ke pihak Fakultas (perlengkapan) atau dengan cara menuliskan “stop kontak mati” dan menempelkannya pada stop kontak yang tidak berfungsi lagi agar petugas bisa langsung bisa mengecek dan memperbaikinya.
  4. Fakultas sudah berencana untuk merenovasi toilet dengan prototype yang sudah dirancang. Dana sudah disediakan dan sudah masuk anggaran program, tetapi akan dilakukan serentak pada semua toilet di Fakultas karena renovasi tidak akan bersifat tambal sulam.
  5. Mengenai Kantin dan Gedung F akan direncanakan pembangunan yang menggabungkan keduanya menjadi satu gedung.
  6. Permasalahan Wifi merupakan tanggung jawab Universitas. Fakultas sudah mengusahakan agar WiFi dapat terus diakses untuk civitas akademika, namun itu kembali lagi pada pihak Universitas.
  7. Permasalahan SPAM merupakan tanggung jawab Universitas. Menurut peraturan, saat ini Pure It juga tidak boleh diadakan karena sudah ada SPAM, jadi akan ditolak oleh pihak audit Universitas.
  8. Akan segera dilakukan penanganan untuk sekretariatan yang bocor seperti KMP dan PMK/KMK. Sekre BKM akan diperbaiki dan perencanaan / proyeksi tahun 2019 nanti gedung F akan dibangun 6 lantai menghadap gardu/taman. Akan tetapi, peraturan Universitas saat ini tidak boleh membangun gedung lebih dari 4 lantai sehingga akan dipertimbangkan lebih lanjut.
  9. Fasilitas difabel merupakan tanggung jawab Universitas. Fakultas sudah mengomunikasikan kepada pihak Universitas terkait gedung yang tidak inklusif, namun sampai saat ini belum ada jawaban. Selain itu, lift cenderung sulit dibangun di gedung K mengingat gedung K dari segi kontruksi merupakan gedung lama. Hal yang paling memungkinkan adalah menambah gedung baru ‘tempelan’ untuk lift.
  10. Jumlah stop kontak di perpustakaan akan segera ditambah dan ditindaklanjuti.
  11. Sebenarnya mushola Psikologi dibuat untuk kebutuhan darurat saja. Jika ingin yang lebih besar dan luas Fakultas menyarankan untuk pergi ke maskam atau ke mushola Filsafat. Mushola Filsafat merupakan mushola bersama mengingat Psikologi turut membantu dalam dana pembangunannya.

 

  1. Akademik

Perihal isu mata kuliah teknik penulisan skripsi, pihak fakultas menjawab sebagai berikut :

 

  1. Untuk pelaksanaan mata kuliah Teknik Penulisan Skripsi pada angkatan 2015, akan sedikit berbeda dengan angkatan 2014. Sistem perkuliahan akan dibagi menjadi dua, pada bagian semester sebelum UTS akan diberikan review dan workshop, pada bagian semester setelah UTS akan fokus pada pembuatan proposal dengan dosen pembimbing. Selanjutnya telah disampaikan secara detail dalam wadah sosialisasi Teknik Penulisan Skripsi pada 15 Desember 2017. Bu Esti selaku Kepala Program Studi Sarjana menjabarkan bahwa panduan akademik sudah ada di SIT serta panduan penulisan skripsi, sehingga para mahasiswa diharapkan untuk memperhatikan hal tersebut jika ada pertanyaan seputar akademik dan skripsi.
  2. Perihal perizinan yang terkesan kaku dan skenario ketika seseorang tidak bisa berkuliah karena memang harus beristirahat total, dalam hal ini Bu Esti menjawab bahwa hal tersebut bisa dikomunikasikan dengan baik dan menjadi pertimbangan.
  3. Mengenai slot mata kuliah pilihan yang terbatas, mahasiswa regular dapat mendaftar pada mata kuliah pilihan yang sama di kelas IUP.

 

Tidak terlalu banyak sesi tanya – jawab yang berlangsung, sehingga proses Sarasehan berlangsung dengan cepat. Bu Nida selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan juga berpesan untuk lebih meningkatkan saran dan masukan dalam bidang akademik sehingga hal ini bisa menjadi pembelajaran bersama bagi pihak Fakultas mengenai isu-isu yang dialami mahasiswa Fakultas Psikologi.