LM Psikologi UGM

SATU CITA!

Artikel Terbaru

Lembaga Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada

What If Being A “Good Child” Costs Me Myself?

oleh: Risyah Eka Setyaningrum

‘’Dicintai adalah upah atas kemenangan memerangi diri sendiri untuk menjadi berguna’’

Pernahkah teman-teman merasa harus menjadi versi tertentu dari diri sendiri agar layak dicintai? Seolah-olah, ketika kita datang dengan tangan kosong, orang-orang akan menganggap kita tidak cukup berarti untuk dipandang berharga. Akhirnya, kita memersepsikan bahwa cinta dan penerimaan harus diperoleh melalui pengorbanan diri. Padahal, pemenuhan kebutuhan tersebut seharusnya didapatkan tanpa syarat.  Read more

Revolution, Girl-style Now! : Diskriminasi dan Resistensi Perempuan dalam Skena Punk-Rock

oleh: Eunica Amanda Purnama

“We’re Bikini Kill, and we want revolution, girl-style now!” 

Seru Kathleen Hanna dalam lagu Double Dare Ya karya Bikini Kill, band punk rock asal Amerika dan salah satu pelopor gerakan Riot Grrrl. 

Punk dan rock sebagai sebuah budaya maupun genre musik telah lama didominasi oleh laki-laki sebagai aktor utamanya. Para bintang rock populer, musisi handal, dan band dengan nama besar dari skena ini diisi oleh barisan laki-laki yang namanya kita kenal hingga sekarang. Read more

Behind Every Ambition Lies a Question: Who Are You Doing It For?

oleh: Dania Alifa Yasmin

Sebagai makhluk hidup, kita semua tentu ingin mencapai sesuatu yang bermakna, salah satunya melalui pencapaian prestasi. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa perasaan yang senantiasa mendukungmu untuk terus mencapai sesuatu berawal dari motivasi seperti apa; dan apakah orang-orang yang biasa meraih prestasi melakukannya hanya karena mereka suka saja? Untuk membedah hal ini, mari kita mulai dengan melihat jenis-jenis motivasi manusia.

Sebuah framework psikologis dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan, berjudul Self-Determination Theory (SDT), berargumen bahwa manusia memiliki ekstrinsik dan intrinsik sebagai dua jenis motivasi. Menariknya, jarang bila seseorang hanya menanamkan salah satu motivasi dari keduanya, SDT tidak mengklasifikasi dua motivasi ini sebagai hal yang terpisah, tetapi lebih digambarkan sebagai sesuatu yang kontinum. Orang-orang yang biasa meraih prestasi pun sering kali memiliki perpaduan antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan kondisi ketika seseorang melakukan suatu hal yang pada dasarnya memuaskan sekaligus memicu semangat, rasa ingin tahu, dan gairah mereka. Di sisi lain, motivasi ekstrinsik merupakan kondisi ketika seseorang akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang terpisah dari aktivitas itu sendiri, contohnya untuk mencapai pengakuan, uang, status sosial, atau persetujuan. Read more

Get in Touch with:

Lembaga Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada
Find us at the office
                                                        Gedung F202, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Jl. Humaniora No. 1 Bulaksumur 55281 Sleman Yogyakarta

Give us a ring!

Humas CP: +62 851 9033 2174 (Chika)

E-mail: lmpsiugm@gmail.com

Twitter: @LMPSIUGM

Instagram: @LMPSIUGM

Line: @ZQJ1604E | TEMAN ADUAN

Contact Us

[wpforms id="1825"]