Between Many and Master: What If My Best is Only Halfway There?
oleh: Alisha Bahira
“A jack of all trades, master of none”
“Being good at many things, but not the best”
“Many hobbies, yet none fully mastered”
“Many hobbies but never mastered any.”
Narasi yang tidak lagi asing ini mungkin sudah sering kita temui di media sosial. Kondisi ini menjadi sangat resonan, terlebih bagi banyak remaja yang menyadari bahwa dirinya bisa melakukan banyak hal, tetapi tidak merasakan ada sesuatu yang benar-benar dikuasai sehingga menimbulkan perasaan anxious dan rasa takut. Perasaan ini lantas membuat kita berpikir kembali, bagaimana jika kapasitas maksimal kita hanya akan berakhir di tengah jalan dan bukan menjadi yang terbaik? Pada usia remaja yang berada dalam fase pencarian jati diri, pemikiran seperti ini sering kali memperdalam keraguan atas kapasitas diri yang kita miliki.