Does Someone Who’s Unstable Deserve Love?
Oleh Alvina Nathaniela Nadyadhana
“You have to heal yourself first before loving someone.” Kalimat tersebut sering kali kita dengar ketika membahas mengenai hubungan romantis dengan gaya kelekatan seseorang yang dianggap tidak secure dan beberapa orang mungkin menyetujui anggapan tersebut. Pandangan ini hadir karena adanya gaya kelekatan yang tidak secure, seperti anxious atau avoidant, yang kerap dilabeli sebagai kondisi mental yang tidak stabil sehingga membentuk stigma negatif terkait dengan gaya kelekatan tertentu (Girme dkk., 2018). Penelitian oleh Jackson dkk. pada 2026 menyatakan bahwa orang dengan gaya kelekatan anxious atau avoidant cenderung mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan romantis jangka panjang dengan orang lain karena gaya kelekatannya berpengaruh pada perilakunya yang cenderung neurotis. Namun, pengalaman traumatis yang membentuk kelekatan seseorang dikesampingkan sehingga orang-orang cenderung menganggap gaya kelekatan sebagai nilai pribadi seseorang.