Di balik Label “Nakal” dan Kebutuhan akan Kasih Sayang

oleh Holyna Futi Waruwu

Teman-teman, pernah nggak, sih, bertemu dengan seseorang yang dianggap “nakal” oleh orang-orang di sekitarnya? Sekilas saat kita melihat tingkah lakunya, kita lantas mengangguk dan menyematkan label buruk dengan penuh rasa setuju dalam hati. Padahal, di balik penyematan label tersebut banyak hal yang membentuk seseorang hingga ia menjadi versi dirinya hari ini, salah satunya adalah pola asuh dan kelekatan anak dengan figur pengasuh di masa kecil.  

Peran Krusial Figur Pengasuh Read more

Menyoal Kebijakan Gizi yang Tak Menenangkan Hati: Potret Psikologis di Balik MBG

Sejak diluncurkan secara serentak pada 6 Januari 2025 di 26 provinsi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kasus keracunan kerap muncul semenjak program ini direalisasikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan terkait MBG di sepuluh provinsi pada pertengahan Mei 2025. Dilansir dari binokular.net, BPOM mengasumsikan bahwa salah satu hal yang menjadi penyebab keracunan pangan adalah terdapat kontaminasi bahan pangan mentah sebelum diolah menjadi makanan. Untuk itu, BPOM menyampaikan perlu adanya pengawasan secara langsung pada pelaksanaan  MBG agar sasaran program yang menerima tidak berdampak pada  masalah kesehatan.  Read more

Breadcrumbing vs Illusion of Love: Kenapa Kita Bertahan di Hubungan yang Setengah-Setengah

Oleh Nafisyah Kisma Kamila

Teman-teman pasti sering menemui fenomena  “begging for the bare minimum”. Beberapa kali, kita menemukan fenomena seseorang menunggu, berharap, dan memaklumi pasangannya. Sebuah pola yang kita sendiri sering pertanyakan, “Mengapa ia tetap bertahan, padahal yang ia terima hanyalah sedikit dari apa yang ia berikan dalam hubungan?”. Dalam fenomena ini seseorang secara sadar memilih untuk bertahan. Secara psikologis, ia sedang terjebak dalam kondisi yang disebut sebagai breadcrumbing. Read more