Predator Seksual di Balik Layar : Mengusut Ancaman Deepfake AI
Perkembangan teknologi akal imitasi (Artificial Intelligence) yang makin canggih kini menghadirkan fenomena baru di ruang digital. Di balik berbagai manfaatnya, teknologi ini juga mulai disalahgunakan untuk memanipulasi identitas seseorang, termasuk menciptakan konten seksual tanpa persetujuan korban. Adapun kasus penyalahgunaan AI tersebut terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Pada kategori di bawah umur, seorang anak berusia 12 tahun menjadi korban pelecehan seksual digital setelah fotonya dimanipulasi menggunakan AI menjadi gambar tidak senonoh (Trikarinaputri, 2024). Sementara itu, di lingkungan pendidikan pada tahun 2025, mahasiswa Universitas Udayana berinisial SLKDP diduga menyalahgunakan teknologi AI untuk membuat konten deepfake bermuatan pornografi. Ia diduga mengambil foto perempuan dari media sosial dan mengubahnya menjadi gambar tanpa busana melalui bot Telegram. Tindakan tersebut diduga menyebabkan 35 mahasiswa menjadi korban. Tidak hanya terjadi pada anak-anak dan mahasiswa, penyalahgunaan teknologi AI juga menimpa figur publik, salah satunya Freya Jayawardhana, kapten personel JKT48, yang menjadi korban dugaan manipulasi foto berbasis AI pada rentang waktu 2022 hingga 2025.