Behind Every Ambition Lies a Question: Who Are You Doing It For?
oleh: Dania Alifa Yasmin
Sebagai makhluk hidup, kita semua tentu ingin mencapai sesuatu yang bermakna, salah satunya melalui pencapaian prestasi. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa perasaan yang senantiasa mendukungmu untuk terus mencapai sesuatu berawal dari motivasi seperti apa; dan apakah orang-orang yang biasa meraih prestasi melakukannya hanya karena mereka suka saja? Untuk membedah hal ini, mari kita mulai dengan melihat jenis-jenis motivasi manusia.
Sebuah framework psikologis dikembangkan oleh Edward Deci dan Richard Ryan, berjudul Self-Determination Theory (SDT), berargumen bahwa manusia memiliki ekstrinsik dan intrinsik sebagai dua jenis motivasi. Menariknya, jarang bila seseorang hanya menanamkan salah satu motivasi dari keduanya, SDT tidak mengklasifikasi dua motivasi ini sebagai hal yang terpisah, tetapi lebih digambarkan sebagai sesuatu yang kontinum. Orang-orang yang biasa meraih prestasi pun sering kali memiliki perpaduan antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik merupakan kondisi ketika seseorang melakukan suatu hal yang pada dasarnya memuaskan sekaligus memicu semangat, rasa ingin tahu, dan gairah mereka. Di sisi lain, motivasi ekstrinsik merupakan kondisi ketika seseorang akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan hasil yang terpisah dari aktivitas itu sendiri, contohnya untuk mencapai pengakuan, uang, status sosial, atau persetujuan.