Dilansir dari sebuah artikel berita yang ditulis oleh Widadio di BBC News Indonesia (2024), pemerintah Indonesia sedang mengkaji kemungkinan dijalankannya program student loan atau pinjaman pendidikan sebagai tanggapan atas tingginya kebutuhan pembiayaan pendidikan. Wacana tersebut menuai respons yang beragam, mulai dari respons yang bernada persetujuan hingga yang lebih terdengar pesimis dan khawatir.
Dilihat dari kontroversi yang mengelilingi program pinjaman pendidikan, kekhawatiran tersebut jelas bukan tak berdasar. Walau dapat menjadi pembuka kesempatan bagi orang-orang yang menginginkan pendidikan tinggi, utang yang besar juga dapat menimbulkan kemungkinan gagal bayar pada peminjamnya (Nuckols dkk., 2020). Pinjaman pendidikan yang lebih tinggi juga cenderung dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih rendah (Deller & Parr, 2021).