Kampus Merdeka

Latar Belakang
Sistem pendidikan di Indonesia masih merupakan suatu isu yang belum terselesaikan. Dalam Elihami (2019), reorientasi pendidikan di Indonesia pada umumnya masih cenderung menempatkan peserta didik sebagai objek atau klien, pengajar atau tutor yang memegang kekuasaan tertinggi dalam proses pembelajaran yakni sebagai figur yang seolah-olah memiliki otoritas tertinggi dalam keilmuan sehingga sistem pembelajaran bersifat subject-oriented. Oleh karena sistem edukasi seperti yang telah dijelaskan, peserta didik cenderung belajar dengan menghafal materi agar hasil ujian yang diperoleh dapat memuaskan. Apabila kultur tersebut dibiarkan, hal yang dikhawatirkan adalah saat siswa telah menjadi mahasiswa atau menduduki perguruan tinggi. Bagaimana tidak? Siswa-siswa tersebut sangat berkemungkinan hanya go with the flow dengan apa yang dituntut di sekolah, yakni seperti menjadi juara kelas agar dipandang sebagai anak pintar dan pada nantinya ketika hendak masuk perguruan tinggi, mereka lebih difasilitasi oleh kejuaraan yang diraih tersebut. Namun, satu hal yang perlu dipertimbangkan ialah apakah kejuaraan tersebut memang diraih karena mereka memang mengerti, memahami, dan mampu mengaplikasi ilmu yang diperoleh tersebut.

Rabu, 23 Oktober 2019, dimulainya