RILIS KAJIAN : MENJADI NETIJEN YANG BUDIMAN

I. Bukti Screenshoot komen netijen yang julid, tidak mikir, ga faedah, provokasi yang buruk

II. Latar Belakang netijen yang sering overgeneralisasi, hanya memandang dari satu sudut pandang, gampang terprovokasi

     Indonesia memiliki jumlah pengguna internet yang banyak. Dari hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2016), di Indonesia sendiri terhitung 132,7 juta pengguna internet dan 129,2 juta di antaranya menggunakan internet untuk membuka media sosial.

     Akan tetapi, penggunaan media sosial oleh netizen seringkali mengarah pada provokasi dan ujaran-ujaran yang berindikasi negatif.  Hal ini terjadi krena beberapa faktor.

     Faktor pertama berhubungan dengan ungkapan kebencian kerap menyebar lebih cepat dan lebih kuat karena tidak tatap muka. Haters sebagai social group di dunia maya (cyber space) merupakan salah satu dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih di era modern ini (Zitorus dan Irwansyah 2017; Bungin 2006:315), Para pembenci dapat dengan bebas meninggalkan komentar kebencian karena komunikasi maya (cyber) tidak memerlukan interaksi tatap muka (Lusiana 2017; Larasati dan Nina 2016). Read more

RILIS KAJIAN : KEKERASAN PADA REMAJA

I. Latar Belakang

        Kasus dugaan pengeroyokan oleh sejumlah remaja putri berstatus siswi SMA terhadap korban bernama Audrey, remaja putri status siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), menyita perhatian masyarakat Indonesia dalam tiga hari terakhir. Seperti diketahui, kasus dugaan kekerasan terhadap Audrey ini menjadi sorotan hingga mengundang reaksi luas dan memunculkan petisi ‘Justice for Audrey’.

         Melihat skala luasnya, Indonesia saat ini masih memiliki permasalahan terkait kekerasan remaja dan anak. Kekerasan remaja dan anak telah menjadi perhatian lama pemerintah Indonesia. kasus Audrey mengingatkan kita kembali bahwa ada kasus-kasus kekerasan lain yang tersebar di Indonesia. Read more