Artikel
Thursday, 4 June 2020

Pandemi COVID-19 ini mengharuskan kita untuk melakukan physical distancing dan self-quarantine sehingga banyak pasangan terpaksa menjalani LDR atau Long Distance Relationship. Keadaan ini memaksa pasangan untuk mengurangi interaksi secara langsung. Akan tetapi, interaksi dengan pasangan tetap dapat dilakukan secara daring atau online. Kalian jangan khawatir, interaksi via online ini tetap dapat dapat membuat hubungan kalian lancar, kok! Apa penjelasannya? Simak yuk!
- Psychological Distress
Ketika sedang menjalani LDR, seseorang yang merasa overthinking dan cenderung mengkhawatirkan hal-hal yang tidak pasti akan memiliki tingkat psychological distress yang lebih tinggi sehingga dapat menimbulkan persepsi negatif pada hubungan tersebut (Dargie dkk., 2013). Menurut Mirowsky dan Ross (dalam Drapeau, A., Marchand, A., & Beaulieu-Prevost, D., 2012), psychological distress adalah keadaan emosional yang tidak baik dan ditandai dengan munculnya gejala depresi dan gejala kecemasan. Psychological distress ini dikhawatirkan akan memengaruhi penurunan pada kualitas hubungan yang terjalin sehingga pasangan perlu untuk memahami keadaan satu sama lain. Hal tersebut dilakukan guna memelihara hubungan jarak jauh agar tetap harmonis dan mempertahankan keadaan mental antar individu agar tetap stabil. read more