
Halo teman-teman, apa kabar kalian? Di tengah ketidakpastian kondisi pandemi dan banyaknya tugas dari perkuliahan maupun organisasi yang kalian ikuti, pasti ada saatnya kita menjadi lebih sensitif terhadap stressor yang biasa kita temui sehari-hari. Bahkan tanpa sadar, kita jadi lebih sering mengeluh daripada biasanya. Tapi terkadang penyampaian keluhan atau unek-unek yang tidak terkontrol justru dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Pernahkah teman-teman melihat berita tersebut? Atau bahkan teman-teman pernah menjadi bagian di dalamnya? Kami paham kok it’s ok to be not ok, yang berarti sambat atau mengeluh itu boleh, asal penyampaiannya tepat. Supaya keluhan teman-teman tersampaikan dengan baik dan tidak merugikan orang lain, kalian perlu melakukan regulasi diri. Bagaimana ya cara kita meregulasi diri dalam hal “sambat menyambat”? Untuk menjawab itu, teman-teman dari Departemen Riset dan Keilmuan LM mencoba memahami situasi pandemi ini dan mengaitkannya dengan cara regulasi diri yang baik dari beberapa literatur.
