Lika-Liku KND, Kecamuk Hak Disabilitas yang Terabaikan

Februari lalu, sempat viral unggahan utas oleh Kirana, salah satu pengguna X dengan nama pengguna @kirarance. Ia mengajukan protes terhadap pemotongan anggaran yang menimpa salah satu organisasi besar advokasi komunitas penyandang disabilitas. Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekhawatiran dan kekecewaannya akan keputusan pemerintah dalam memangkas besar anggaran Komisi Nasional Disabilitas (KND). Ia menyebut bahwa nominal anggaran yang tersisa terasa seperti “uang receh” untuk persoalan yang serius. Meski nominal sisa anggaran yang disebut dalam utas tersebut sudah dikonfirmasi sebagai berita hoaks,  alasan terjadinya pemotongan ini tetap patut dipertanyakan karena tidak sesuai dengan Asta Cita yang merupakan delapan cita-cita yang dirancang oleh pemerintah sebagai bentuk perjuangan guna mewujudkan Indonesia maju. Pemangkasan anggaran tidak sesuai dengan poin pertama dari Asta Cita mengenai hak asasi manusia. Selain itu, pemangkasan tersebut juga tidak selaras dengan poin keempat dari Asta Cita mengenai penguatan peran para penyandang disabilitas. Pasalnya, kedua poin tersebut dapat difasilitasi oleh KND. Read more

Kampus Peduli, Mental Terkendali: Optimalisasi Fasilitas Kesehatan Mental Universitas

Isu kesehatan mental mahasiswa merupakan topik yang mendapat perhatian besar dalam dunia pendidikan. Kasus mahasiswa yang melakukan percobaan untuk mengakhiri hidupnya kerap diperbincangkan sehingga membuat berbagai pihak berempati dan bertanya-tanya terkait dinamika perkuliahan yang ditanggung mahasiswa. Menurut survei skrining kesehatan mental yang dilakukan oleh Forum Advokasi UGM pada 2023 yang melibatkan 854 mahasiswa/i UGM, 77 partisipan melaporkan memiliki pikiran untuk  melukai diri sendiri setiap hari dan bahwa lebih baik jika hidupnya berakhir. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa 15,2% mahasiswa/i UGM tergolong dalam kategori depresi berat. Limone dan Toto (2022) menemukan faktor-faktor predisposisi masalah mental mahasiswa yang mencakup faktor akademik, sosial, risiko psikologis, gaya hidup, dan fisiobiologis. Adapun menurut teori perkembangan Erikson, masa perkuliahan merupakan fase transisi menuju kedewasaan yang meliputi proses eksplorasi identitas personal (Stolberg, 2023). Sebagai suatu lingkungan perkembangan pada fase tersebut, fasilitas di perguruan tinggi untuk menyediakan dukungan psikologis bagi mahasiswa perlu disorot. Read more

Geliat Nepotisme Tak Karuan, Demokrasi Dipertaruhkan

Pada tanggal 21 Agustus 2024, banyak unggahan berupa gambar burung garuda dengan latar biru dan tulisan “Peringatan Darurat” berseliweran di media sosial. Kok bisa, ya, rame banget? Unggahan “Peringatan Darurat” menjadi tanda amarah masyarakat terhadap upaya DPR untuk mengesahkan RUU Pilkada yang bertentangan dengan putusan MK. Tanda amarah tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk peduli dan bersama-sama mengawal isu terkait. Banyak anggapan bahwa RUU Pilkada ini bertujuan untuk semata-mata menguntungkan kembali keluarga Presiden Jokowi. Pasalnya, kontroversi serupa juga mengelilingi isu pengangkatan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Peristiwa-peristiwa tersebut memperkuat pandangan masyarakat bahwa ada tanda-tanda praktik nepotisme yang sedang berlangsung. Read more