Arsip:

Artikel

Fenomena Klitih di Yogyakarta: Mengapa Bisa Terjadi?

Sejarah tentang klitih

Akhir-akhir ini, ketika mendengar, membaca, hingga mencari tahu istilah ‘klitih’ yang terus ramai diperbincangkan memang memunculkan rasa takut, geram, heran, serta kepo karena ingin tahu secara detailnya. Kekerasan yang melibatkan benda tajam dan pembunuhan adalah karakteristik yang melekat di benak banyak orang ketika mendengar kata ‘klitih’ selama ini. Namun, sebenarnya apa itu klitih? Bagaimana seluk beluk munculnya klitih? Begitulah kira-kira pertanyaan yang sering terlintas di masyarakat. read more

LAPORAN HASIL RISET MANDIRI “Tingkat Academic Burnout Mahasiswa Klaster Sosio-Humaniora UGM: Meningkatkan Kesadaran akan Urgensi Fenomena Academic Burnout”

LAPORAN HASIL RISET MANDIRI
“Tingkat Academic Burnout Mahasiswa Klaster Sosio-Humaniora UGM: Meningkatkan Kesadaran akan Urgensi Fenomena Academic Burnout”

Photo by energepiccom from Pexels

I. LATAR BELAKANG

       Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia semenjak tahun 2020 telah memberikan dampak bagi beberapa bidang, salah satunya ialah pada bidang pendidikan. Dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus yang makin meluas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud) pada tanggal 17 Maret 2020, telah mengeluarkan surat edaran No. 36952/MPK.A/HK/2020 terkait kebijakan di bidang pendidikan selama pandemi berlangsung (Kemdikbud, 2020). Salah satu poin yang ditegaskan Kemdikbud dalam surat edaran tersebut adalah mengenai pemberlakuan pembelajaran secara daring pada siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia (Kemdikbud, 2020). Namun, seiring dengan penurunan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, kini pemerintah telah merilis kebijakan baru sebagaimana yang tertuang pada Surat Keputusan Bersama Empat Menteri mengenai diberlakukannya kembali sistem pembelajaran tatap muka pada siswa dan mahasiswa di Indonesia dengan protokol kesehatan serta prosedur yang jelas (Catherine, 2021). read more

Kenali Pasanganmu dengan Love Language

Banyak dari kita mungkin sering melihat unggahan konten yang ada di media sosial mengenai love language. Nah, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan love language ini? Love language atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bahasa kasih atau bahasa cinta adalah perilaku atau perbuatan yang membuat seseorang merasa dicintai maupun disayangi (Chapman, 2004). Love language dapat memberikan gambaran mengenai cara seseorang menerima dan mengekspresikan bentuk kasih mereka dalam sebuah hubungan. Dengan mengetahui tipe bahasa kasih lawan pasangan, kita menjadi lebih tahu tindakan mana yang paling tepat dilakukan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Menurut Chapman (2004) Love language ini dibagi menjadi 5 macam yaitu words of affirmation (kata-kata penegasan), quality time (waktu berkualitas), receiving gifts (menerima hadiah), act of service (tindakan pelayanan), dan physical touch (sentuhan fisik). read more