Breadcrumbing vs Illusion of Love: Kenapa Kita Bertahan di Hubungan yang Setengah-Setengah

Oleh Nafisyah Kisma Kamila

Teman-teman pasti sering menemui fenomena  “begging for the bare minimum”. Beberapa kali, kita menemukan fenomena seseorang menunggu, berharap, dan memaklumi pasangannya. Sebuah pola yang kita sendiri sering pertanyakan, “Mengapa ia tetap bertahan, padahal yang ia terima hanyalah sedikit dari apa yang ia berikan dalam hubungan?”. Dalam fenomena ini seseorang secara sadar memilih untuk bertahan. Secara psikologis, ia sedang terjebak dalam kondisi yang disebut sebagai breadcrumbing. Read more

Media Sosial, Perspektif Psikologi, dan Masa Depan Penerimaan Negara

oleh Khansa Humaira Dyfka

Kasus dugaan korupsi dana PIP yang menimbulkan kerugian pelajar di hampir 300 sekolah di Tasikmalaya.

KPK ungkap kerugian negara sebesar 1,2 triliun akibat korupsi dana operasional Gubernur Papua.

Penerima beasiswa negara kerap kali salah sasaran.”

Apakah kalian familiar dengan headline-headline berita di atas? Apa yang kalian rasakan saat membacanya? Apakah timbul rasa miris, marah, atau justru bertanya-tanya, mengapa ada yang tega mengambil hak orang lain di saat kita sebagai masyarakat sama-sama berusaha membangun kemakmuran melalui pendapatan negara? Read more

SMALL THINGS BIG BLESSINGS

oleh Putu Mahatma Satria Wibawa

Hari demi hari berganti, detik demi detik terlewati. Loncatan waktu semakin cepat dari hari ke hari. Ruang hanya tinggal bayang. Percakapan hanya meninggalkan kenang. Rutinitas tumbuh menjadi begitu monoton. Kehidupan berjalan tak ubahnya episode berulang yang terus menerus ditonton. Adakah waktu begitu cepat berlalu, sedemikian rupa, hingga kita nyaris tak lagi memahami apa makna kehidupan yang sebenarnya? 

Di suatu malam yang tentram dibasuh hujan, lampu belajar saya menerangi gelapnya ruang. Mata saya menari dalam mencermati kata demi kata yang terukir dalam lembaran halaman kekuningan buku lama di rak perpustakaan asrama saya. Aroma air hujan yang tercium dari celah-celah kecil di jendela berpadu dengan aroma buku yang entah kenapa membuat saya tenggelam dalam ketenangan. Ah, ketenangan. Betapa kata itu terlampau elit, mahal, dan langka dalam kehidupan saya sehari-harinya sebagai mahasiswa baru yang sibuk mempersiapkan bermacam hal yang membuat fokus saya selama dua minggu ke belakang teralihkan kepada hal-hal yang berada di luar diri saya. Read more